Setelah mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM DDR5 di pasar ritel Eropa mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Meski belum kembali ke harga normal, tren ini menjadi sinyal awal bahwa pasar memori mungkin mulai mengalami koreksi setelah periode kenaikan ekstrem.
Harga Sempat Melonjak Hingga €470
![]() | ![]() |
(Image credit: CamelCamelCamel)
Dalam beberapa bulan terakhir, harga kit memori 32GB DDR5 dari berbagai brand seperti Corsair, Kingston, G.Skill, Crucial, dan Patriot sempat melonjak tajam. Pada awal Februari 2026, beberapa kit bahkan mencapai kisaran €430 hingga €470 di pasar Eropa.
Lonjakan harga ini merupakan bagian dari krisis pasokan memori global yang telah berlangsung sejak 2024. Permintaan tinggi dari sektor teknologi, terutama AI dan data center, membuat banyak produsen memprioritaskan produksi memori untuk kebutuhan tersebut dibandingkan pasar PC konsumen.
Harga Mulai Turun Sekitar 10–15%
Data terbaru menunjukkan bahwa beberapa kit DDR5 populer mulai mengalami penurunan harga. Contohnya, kit dari Corsair dan Kingston yang sebelumnya berada di kisaran €470 kini mulai turun ke sekitar €425 hingga €463 di beberapa retailer Eropa.

(Sumber gambar: PC Master Race/Reddit)
Secara rata-rata, penurunan harga ini diperkirakan berada di kisaran 10–15% dari puncak harga sebelumnya, yang menjadi kabar baik bagi gamer dan PC builder yang sebelumnya harus menghadapi harga memori yang sangat mahal.
Penurunan Terjadi Karena Permintaan Mulai Melemah
Menariknya, penurunan harga ini bukan karena pasokan memori meningkat secara signifikan. Sebaliknya, beberapa analis menilai bahwa harga mulai turun karena permintaan konsumen melemah akibat harga yang terlalu tinggi.
Ketika harga RAM melonjak terlalu tinggi, sebagian pengguna memilih menunda upgrade PC mereka. Kondisi ini akhirnya memaksa retailer menyesuaikan harga untuk mendorong penjualan kembali.
Pasar Global Masih Belum Stabil
Meskipun ada penurunan di Eropa, kondisi pasar memori global masih belum sepenuhnya stabil. Banyak produsen chip saat ini masih memprioritaskan produksi memori berperforma tinggi untuk kebutuhan AI, seperti High Bandwidth Memory (HBM), yang memberikan margin keuntungan lebih besar.
Karena itu, para analis memperkirakan harga RAM masih bisa mengalami fluktuasi sepanjang 2026, dan pemulihan penuh kemungkinan baru terjadi setelah kapasitas produksi memori meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi gamer dan perakit PC, turunnya harga DDR5 di Eropa menjadi secercah harapan setelah periode kenaikan harga yang ekstrem. Jika tren penurunan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga RAM akan semakin stabil dalam beberapa bulan mendatang.
Ikuti Komputermedan di Google untuk mendapatkan lebih banyak liputan berita kami.


