Komunitas modding hardware kembali mencuri perhatian dengan sebuah proyek ekstrem: seorang modder berhasil meningkatkan kapasitas memori pada handheld gaming ASUS ROG Xbox Ally X dari 24 GB bawaan menjadi 64 GB RAM — upgrade yang jauh melampaui konfigurasi pabrik.
![]() | ![]() |
Source: SlickBuys Mods and Repairs
Modifikasi ini pertama kali dilaporkan oleh VideoCardz dan dibahas ulang oleh beberapa media teknologi. Menurut informasi, langkah ini tidak sekadar mengganti RAM biasa; perubahan ini melibatkan pembongkaran total perangkat dan sejumlah perubahan tingkat low-level pada sistem.
![]() | ![]() |
Source: SlickBuys Mods and Repairs
Proses Modifikasi yang Rumit
ROG Xbox Ally X secara default dilengkapi 24 GB LPDDR5X yang sudah tergolong tinggi untuk handheld gaming Windows. Namun modder mengganti setiap paket memori 6 GB yang disolder ke motherboard dengan modul RAM 16 GB ber-density tinggi, sehingga total kapasitas naik menjadi 64 GB.
Karena memori dipasang dengan teknik BGA solder, proses ini membutuhkan:
- Pembongkaran penuh perangkat hingga motherboard.
- Desoldering dan pemasangan ulang chip RAM yang baru.
- Modifikasi BIOS secara manual menggunakan programmer eksternal.
- Penyesuaian strap resistor agar RAM berjalan stabil pada kecepatan tinggi.
Setelah semua modifikasi selesai, handheld berhasil boot ke Windows dengan penuh, dan Task Manager menunjukkan sistem berjalan dengan 64 GB RAM.
Manfaat vs Realitas Gaming
Meskipun peningkatan kapasitas memori terlihat “wow”, manfaat nyata untuk gaming sehari-hari mungkin terbatas. Gamer modern biasanya tidak membutuhkan lebih dari 24–32 GB RAM bahkan pada game AAA, terutama pada perangkat handheld yang punya batasan CPU/GPU tersendiri.
Meski begitu, mod ini bisa berguna jika perangkat digunakan untuk tugas berat yang memerlukan memori besar — seperti menjalankan banyak aplikasi sekaligus, emulator, atau sebagai desktop portable untuk workload memori-intensif.
Risiko Serius yang Harus Diperhatikan
Modifikasi semacam ini datang dengan risiko tinggi:
- Garansi perangkat langsung batal karena pembongkaran total.
- Proses soldering yang kompleks bisa merusak motherboard secara permanen.
- Modifikasi BIOS yang salah dapat membuat sistem tidak stabil atau bahkan tidak bisa boot.
Para ahli modding menyarankan bahwa proyek seperti ini hanya cocok untuk profesional dengan alat dan pengalaman yang tepat — bukan sesuatu yang sebaiknya dicoba oleh pemula atau pengguna biasa.
Kesimpulan
Proyek modifikasi RAM 64 GB pada ASUS ROG Xbox Ally X menunjukkan seberapa jauh komunitas modding bisa mendorong batas perangkat portabel. Walaupun tidak menjanjikan lonjakan performa besar untuk gaming standar, ini membuktikan kreativitas teknisi dalam mengeksplorasi kemungkinan hardware di luar spesifikasi pabrik.
Eksperimen semacam ini membawa diskusi menarik tentang kemampuan handheld gaming modern, sekaligus mengingatkan bahwa potensi maksimal perangkat sering kali ditentukan oleh kombinasi komponen, bukan hanya satu aspek seperti jumlah RAM.
Ikuti Komputermedan di Google untuk mendapatkan lebih banyak liputan berita kami.




