Di tengah peluncuran platform terbaru seperti AM5, tren pasar justru menunjukkan bahwa motherboard dengan soket AM4 masih mencatat penjualan lebih tinggi dibandingkan AM5. Fenomena ini menarik perhatian banyak pengamat industri hardware karena menandakan bahwa konsumen masih memberikan preferensi tersendiri pada platform yang secara teknis sudah “lebih tua”.
Data Penjualan Menunjukkan AM4 Unggul B550 Masih Populer

Source: Amazon CA
Walaupun AMD telah memperkenalkan platform AM5 yang mendukung teknologi terbaru seperti DDR5 dan PCIe 5.0, laporan dari sejumlah retailer besar menunjukkan bahwa penjualan motherboard AM4 masih mendominasi pasar. Beberapa faktor utama yang disebut sebagai alasan tren ini antara lain:
- Harga yang lebih terjangkau
- Kompatibilitas dengan prosesor Ryzen generasi sebelumnya
- Pilihan lebih banyak dari berbagai kelas harga
- Persepsi nilai terhadap performa yang masih baik
Hal ini membuat jajaran motherboard AM4 masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang merakit PC baru dengan anggaran lebih hemat atau bagi mereka yang tidak terlalu membutuhkan fitur mutakhir DDR5 atau PCIe 5.0.
Kenapa Konsumen Masih Pilih AM4?

Beberapa alasan kuat yang dikemukakan analis pasar dan komunitas PC enthusiast mencakup:
Efisiensi Biaya
Motherboard AM4 biasanya hadir dengan harga lebih rendah dibanding AM5, terutama di kelas mainstream dan entry-mid. Jika digabungkan dengan CPU Ryzen seri lama yang lebih terjangkau, kombinasi ini jadi pilihan hemat buat gamer atau kreator dengan budget terbatas.
Kompatibilitas & Ekosistem
AM4 telah digunakan selama bertahun-tahun, sehingga ekosistemnya sangat matang. Banyak BIOS telah stabil, dukungan aftermarket komponen (seperti pendingin dan casing) luas, serta kompatibilitas dengan banyak prosesor Ryzen generasi sebelumnya.
Performa yang Masih Relevan
Meskipun platform AM5 membawa teknologi terbaru, upgrade performa nyata untuk banyak workload tertentu — terutama gaming pada resolusi umum seperti 1080p — tidak selalu signifikan dibandingkan sistem AM4 dengan CPU kelas menengah-atas.
Reaksi Komunitas PC
Para pengguna dan pembuat konten PC menyebutkan bahwa AM4 telah mencapai titik kematangan di mana stabilitas dan nilai yang ditawarkan lebih unggul untuk sebagian besar kebutuhan umum. Beberapa komentar komunitas antara lain:
“Kalau buat gaming biasa atau kerja kreatif, AM4 masih kuat banget.”
“Upgrade ke AM5 memang menarik, tapi biaya total (RAM DDR5 + motherboard + CPU) masih cukup tinggi.”
“AM4 itu ekosistem matang — semuanya sudah optimal dari segi BIOS dan drivers.”
Bagaimana dengan AM5?
Platform AM5 jelas membawa teknologi baru seperti dukungan DDR5, PCIe 5.0, dan peningkatan daya untuk CPU generasi terbaru. Tren ini menunjukkan bahwa pasar siap bergerak ke teknologi baru pada akhirnya — namun saat ini banyak pengguna memilih untuk menunda upgrade ke AM5 sampai:
- Harga komponen DDR5 turun
- Ekosistem AM5 lebih matang
- Perbedaan performa terasa lebih signifikan di dunia nyata

Saya rasa sudah saatnya AMD menghadirkan kembali CPU Ryzen 5000X3D, karena pasar sangat membutuhkannya. Namun, kami belum mendengar laporan apa pun mengenai kembalinya SKU ini ke pasar. Karena AMD sudah cukup dominasi dengan CPU Ryzen 7000 dan 9000, mungkin mereka tidak akan pernah merilis ulang CPU Ryzen 5000X3D lagi
Kesimpulan
Meskipun teknologi terbaru sering kali menarik perhatian, data pasar mengungkap bahwa motherboard AM4 masih mencatat penjualan lebih tinggi dibanding AM5. Faktor utama di balik ini adalah harga lebih terjangkau, kompatibilitas luas, dan performa yang masih relevan untuk banyak kebutuhan.
Fenomena ini mencerminkan bagaimana konsumen tetap mempertimbangkan nilai total (price/performance) ketika memilih komponen PC — bukan semata teknologi tercanggih yang tersedia.
Ikuti Komputermedan di Google untuk mendapatkan lebih banyak liputan berita kami.
